Entah apa rencana Tuhan kepadaku, ini tentang cinta pertamaku yang tak mungkin kembali tapi berkali-kali hadir menyapa secara diam-diam dengan sosok yang sangat kutakuti. Iya aku takut, karena ia tak sendiri lagi, karena ia kepunyaan orang dan telah menajdi seorang ayah. Selama menjalin hungan kurang lebih 3 tahun kami hanya bertemu beberapa kali, tidak seperti pasangan pada umumnya karena kami tinggal di kota dan provinsi yang berbeda. Meski jarang berjumpa hubungan kami tetap terjaga dengan baik, waktu berlalu, hubungan kami pun terus berjalan, banyak rencana konyol yang kami bicarakan melalui telfon. Dia sosok yang romantis, penyayang, peduli, semua kepribadiannya tidak mengecewakan bahkan tidak di mimpi sekalipun. "Tapi jarak dan waktu mengubah keadaan" itu alasan yang ia berikan saat aku mengetahui kenyataan dia memiliki orang spesial selain diriku saat hubungan kami sudah berjalan lebih satu tahun, bagiku itu bukan alasan karena aku sendiri saat itu belajar dan bekerja di beberapa kota, mengenal banyak laki-laki dari berbagai kalangan bahkan tidak sedikit yang mendekati, tapi itu tidak membuatku mengambil kesempatan untuk berbuat curang. Malam itu seorang menelfon, menanyakan tentang siapa aku, ada hubungan apa dan sudah berapa lama menjalin hubungan, dari semua pertanyaan itu aku mengerti hubungan kami sedang tidak baik-baik, kepercayaanku telah dihancurkan, kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan tapi aku masih berusaha untuk berfikir jernih dan bertanya tentang sosok wanita ini, wanita yang sekarang menjadi ibu dari anaknya. Semua pertanyaan, jawaban, dan penjelasannnya menyimpulkan dia hanya korban, dia juga tidak tahu menjadi orang ketiga diantara kami. Kesalahpahaman antara kami selesai, bahkan tidak ada konflik, tapi itu tidak berlaku untuk pacarku, dia adalah orang yang harus bertanggunngjawab atas hancurnya perasaanku saat itu. Waktu berlalu, hubungan kami kembali membaik, perasaanku bahkan tidak berkuranng sedikitpun tapi tidak dengan kepercayaanku. Hampir 2 tahun kami menjalani hubungan setelah kejadian itu, hubungan yang kupaksa, hubungan yang fikiran dan hati saat itu bertolak belakang, hubungan yang tak lagi kupercaya, bagiku semua uacapan yang keluar dari mulutnya adalalah kebohongan yang harus kupercaya demi menjaga hubungan kami. Setelah 2 tahun entah karena apa hubungan kami kandas, saat itu aku merasa aku adalah orang yang paling menderita sampai memutuskan untuk bekerja jauh dari kampung halaman. 3 bulan berlalu, ia menghubungiku kembali dengan kabar ia akan menikah dengan perempuan yang pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan kami, tapi bukan dengan tujuan untuk mengundang tapi mengatakan masih sayang dan tidak ingin menikah, aku sendiri tidak mengerti dengan fikirannya saat itu. Karena perasaanku memang tidak pernah berubah untuknya jadi aku memulai lagi obrolan dengan drama air mata sebelum beberapa bulan pernikahannya, kami membahas 3 tahun yang kami lewati bersama, saling meminta maaf atas kesalahan kami sebelumnya, dan berjanji untuk tetap berhubungan baik setelah ia menikah. Tapi rencana kami bukan takdir yang disiapkan Tuhan, Tuhan tau aku pasti tidak akan mampu bergandengan hidup dengannya yang akan duduk di pelaminan dengan orang lain, dan di saat itu juga aku di uji dengan bermacam masalah yang menjauhkan aku dengannya, saat itu handphone ku hilang dimana semua akses untuk berkomunikasi dengan sudah terputus karena aku tidak mengingat nomor kontaknya bahkan untuk masuk ke akun facebook sendiri aku lupa kata sandi,selang beberapa minggu aku didiagnosa usus buntu dan harus segera dioperasi, 2 minggu setelah operasi aku memutuskan untuk pulang ke kampung untuk perawatan yang lebih maksimal karena di tempat kerja aku tidak memiliki siapa-siapa untuk merawatku. Semingggu setelah dirawat di rumah aku mulai membaik, aku mulai bisa berfikir untuk hal yang lain selain rasa sakit bekas jahitan di perutku. Aku teringat 2 hari lagi adalah hari pernikahannya, karena saat komunikasi kali terakhir ia menyebutkan tanggal pernikahan, saat itu aku kembali merasa sesak, aku sadar benar-benar sudah kehilangan dirinya, tak ada lagi kesempatan untuk berbicara bahkan sekedar untuk menyapa. 2023 genap lima tahun aku merawat hati, membiasakan diri, meyakinkan diriku bahwa ia hanya bagian dari hidup bukan hati, tepat di malam ulang tahun ku ia muncul kembali dan memberi kabar, saat itu aku berfikir kabar itu adalah hadiah tapi kenyataannya ia adalah ujian, perasaanku diuji oleh seorang ayah oleh seorang suami oleh seorang yang sudah berumah tangga yang datang kembali mengungkit masalalu, menyatakan perasaan bersalah dan menyesal, mengutarakan kembali perasaan yang tak pernah hilang, dan mencoba merajut hubungan terlarang. Orang-orang yang ada dalam hidupnya tidak akan menjadi alasan untuk aku berhenti mencintai tapi mereka adalah alasan yang kuat untuk menghentikan niatku memilikinya. Aku sempat dilema dengan kehadirannya yang terakhir, tapi lagi dan lagi Allah menunjukkan jalannya, jalan yang sederhana melalui sebuah mimpi, aku dan dia bertatap mata tanpa bicara dan aku yakin tatapannya adalah ungkapan cinta yang tulus bahkan tidak pernah kudapatkan dengannya di dunia nyata dan itu membuatku merasa puas, cukup, dan menjadi ikhlas. Dulu aku tidak percaya dengan perkataan "mencintai tidak harus memiliki" tapi sekarang itu yang terjadi padaku, aku bisa mencintai seseorang dengan tulus tanpa harus memiliki dan menyakiti orang lain.
Jumat, 26 Januari 2024
Kamis, 28 Mei 2015
Imago
“ Padi ”
Udara sejuk di tempat hampa yang membentang luas penuh dengan warna hijau yang diselimuti kabut menampakkan sepercik sinar matahari yang menyapa pagi denga senyuman indah mengantarkan para petani untuk menunggangi kerbaunya melintasi jalan dan menapaki lahan yang masih dipenuhi dengan semak untuk dijadikan sumber kehidupan manusia. Rumput-rumput hijau yang sudah menjadi benih kehidupan siap untuk dipertemukan dengan dasar tanah yang akan membuat mereka menjadi lebih indah dan memberikan kehidupan yang nyata bagi setiap penduduk. Ketelitian para petani dalam merawat membuat mereka lebih subur dan indah dengan adanya musim hujan dan panas yang silih beganti menyaksikan pertumbuhan mereka. Serta kijauan burung-burung yang terdengar lirih di telinga memperlihatkan kegembiraannya menanti datangnya kehidupan baru. Terpa angin menghidupkan suasana di tengah-tengah sawah, menambah kesetiaan para petani untuk menjaga padi-padi keci itu dari burung dan tikus sawah yang mencoba menggagalkan jerih payah mereka. Hari berlalu, warna padi pun berganti menjadi lebih keemasan, mereka tumbuh dengan sempurna, menimbulka rasa kegembiraan pada petani. Tiba lah saatnya padi-padi akan dipanen, dan disebarkan ke seluruh dunia untuk memberikan kehidupan yang lebih baik.
Selasa, 26 Mei 2015
Perjalanan Hidup
Nama saya Fadillah saya lahir dari keluarga yang sederhana tapi bahagia, dulu saya selalu ingin menjadi seperti orang lain, tapi sekarang saya sadar bahwa kehidupan setiap manusia itu berbeda-beda dan sudah mempunya jalannya masing-masing. Dulu saya menggantungkan harapan untuk dapat kuliah namun orangtua saya bilang bahwa itu bisa kamu gapai namun bukan melalui orangtua, ibu saya bilang jika kamu benar-benar ingin kuliah kamu pasti akan mendapatkannya namun itu dengan hasil kerja sendiri karena ibu sudah merasa tidak sanggup jika harus membiayainya lagi, karena masih ada adik yang harus disekolahkan. Namun saya tidak marah dengan keputusan yang diberikan karena saya yakin dengan didikan dan dukungna dari orangtua saya pasti bisa. sampai akhirnya saya bekerja untuk mencari pengalaman sambil mencari tempat kuliah tapi sayangnya itu tidak lama hanya bertahan beberapa bulan. Tapi itu bukan acuan untuk saya harus berhenti belajar sampai di situ, pergi pagi dan pulang malam sudah saya alami semasa bekerja, tapi itu juga tidak membuat saya betah dalam menjalani hari-hari karena tidak menghasilkan perubahan, saya berfikir ada baiknya saya ke tujuan awal untuk tetap belajar agar mendapatkan pekerjaan yang memberikan perubahan hidup, Tidak tau di mana dan kemana saya akan pergi namun yang ada dalam benak adalah mencari ilmu untuk bekal ke depannya. Masalah uang itu bukanlah hal yang utama, karena masih banyak anak miskin yang bisa belajar dan menjadi orang-orang yang sukses, Dan mengenai keahlian itu juga bisa didapat ketika belajar meskipun terlambat. Hari-hari berlalu semenjak saya putus kuliah, bingung entah apa yang harus dilakukan, tidak mempunyai keahlian dan kematangan untuk bekerja. Tanpa disadari ilham dari Tuhan pun datang menghampiri bahwa saya dapat menimba ilmu di luar daerah bahkan di luar pulau, saya berharap dengan adanya kesempatan ini saya bisa memanfaatkannya sebaik mungkin agar keinginan saya untuk kulaih dan bekerja bisa tercapai.
Rabu, 13 Mei 2015
Islam Yang Kembali Pada Zaman Jahiliyah
Dari pada Abu Said Al-Khudri ra berkata, bahwasanya
Rasulullah saw bersabda: kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum
kamu, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka
masuk ke dalam libang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya
“Ya Rasulullah! Siapakah orang yahudi dan nasrani yang kau maksud?” Nabi saw
menjawab “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (Riwayat Muslim)
Keterangan:
Ummat islam akan mengikuti jejak langkah atau pun “cara
hidup” orang Yahudi dan nasrani, hinggalah dalam urusan yang kecil dan
perkara-perkara yang tidak munasabah. Contohnya, jikalau orang yahudi masuk ke
lubang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang islam akan terus
mengikuti mereka. Zaman sekarang ini kita bisa melihat kenyataan sabdaan
Rasulullah saw ini ramai orang islam yang kehilangan pegangan di dalam
kehidupan. Mereka banyak meniru cara hidup Yahudi dan nashrani dan ramai pula
orang yang menjadi alat dan tali bagi barut mereka. Ya Allah! Selamatkan kami
dari pada mereka.
http://www.niknasri.com/wp-content/uploads/2011/03/40-Hadis-Tentang-Peristiwa-Akhir-Zaman.pdf
Senin, 20 April 2015
Coretan Tangan
Yang Penting Isinya
Kreeekkk,
pintu asrama terbuka. Aku melihat salah seorang teman ku duduk dibagian kiri
depan pintu, aku rasa dia sedang menelfon seseorang tapi aku tidak tau pasti
dengan siapa ia berbicara. Matanya berkaca-kaca, raut wajahnnya begitu sedih
namun ia berusaha menyembunyikannya dariku. Awalnya aku tidak begitu
memperhatikan mengapa teman ku itu menangis karena kebanyakan dari teman ku
yang lain memang suka menangis secara tiba-tiba. Mungkin mereka hanya rindu
keluarganya atau apa, ya samalah seperti aku. Tapi kali ini tidak, apa yang
sedang dirasakannya bukanlah seperti yang kuperkirakan, “uang kas belum di
bayar, dan sekarang aku tidak memgang uang”. Ya Allah, itulah kata-kata yang
mebuat langkah ku terhenti sejenak memandanginya. Hati ku merasa perih
melihatnya, karena yang aku tau dia tidak pernah mengeluarkan sepatah
keluhanpun di asrama, dia selalu selalu senang, selalu memberikan ide-ide untuk
kenyamanan di asrama. Sekarang aku sadar, aku terlalu banyak membuang waktu dan
uang. Ketika di rumah aku selalu minta ini dan itu, bahkan ketika kami sedang
berjauhanpun aku tetap meminta, aku tetap menuntut kepada orangtua ku, tapi di
sisi lain aku tidak bisa memberikan apa-apa kepada ayah dan ibuku. Hidupku
selama ini penuh dengan kekosongan, tidak ada sesuatu berharga yang ku torehkan
dalam perjalanan hidupku selama ini. Begitu banyak waktu yang terbuang untuk
kesia-siaan belaka. Tidak pernah aku berfikir untuk esok, tidak pernah aku
bertanya kemana aku akan pergi, aku selalu mengikuti arus kehidupan, yang tidak
pernah menjamin pada kebahagiaan. Hari
ini aku disadarkan oleh temanku, bahwa dalam perjuangnan hidup uang bukanlah
segalanya untuk menjadi sebuah pondasi, yang penting itu adalah niat dan
kegigihan dalam pencapaiannya. Untuk kali ini aku tidak banyak bicara, aku
hanya ingin semua orang tau bahwa disekitar kita ada orang yang menyimpan masalah
yang tidak pernah kita coba untuk mengerti. Aku hanya minta satu hal pada mu
teman, bahwa kau adalah yang terhebat, kau tidak mempersulit keadaan orangtua
mu dengan masalah baru mu. Jika kau merasa kau adalah teman yang ku maksud
tentu kau akan menjadi lebih kuat, karena tidak ada orang yang kuat seperti mu.
Salam dari ku, Sahabat mu :)
Jumat, 10 April 2015
Ombak Laut
Saat
itu adalah perayaan peringatan hari guru, tepatnya pada tanggal 25 November
2009. Kami anak kelas 9A bersama wali kelas yaitu pak Bayu pergi ke pantai para
pahlawan untuk merayakan hari yang bersejarah bagi para guru kami. Pagi itu sangat
indah, dengan air laut yang masih surut dan sinar matahari yang baru terbit
dari sebelah timur memberikan pantulan yang begitu indah pada pasir pantai yang
begitu putih seperti kapas. Pohon-pohon bakau yang begitu banyak sehingga
membentuk pemandangan yang sangat indah.
Dari
kejauhan terlihat segorombolan teman laki-laki kami yang membawa bekal makanan
turun dari mobil. Meski dengan dahi yang mengerut karena beban yanng begitu
banyak, namun di situ terdapat goresan senyum di bibir mereka. Namun tidak
dengan salah seorang teman kami yang bernama Muhammad Syaiful, teman kami ini
biasa dipanggil gentong karena ukuran badannya yang jumbo. Hari itu ia tak
begitu bergairah, padahal biasanya ia termasuk anak jail dan usil, bahkan teman
perempuan kami sering dibuat menangis olehnya. “anak-anak, sebelum kalian pergi
bermain dan berpencar entah kemana, bapak ingin dalam waktu 10 menit
masing-masing dari kalian membawa kayu bakar” kata wali kelas kami kepada anak
laki-laki, sementara anak perempuan harus tinggal untuk membakar ayam yang
sudah kami bumbui dan kami kukus dari rumah. Meskipun tidak tepat waktu
akhirnya teman kami pun datang dengan membawa kayu bakar, namun anehanya ipul
belum juga kunjung datang, dan itulah kali pertama ipul memberikan rasa kekhawatiran
pada kami semua. Tiba-tiba dari arah hutan yang begitu rindang nampaklah
seorang teman kami dengan membawa kayu bakar, “pak, si gentong katanya izin
sebentar mau buang air kecil”, lalu bapak menjawab “eh, kamu ini apaan sih?
Tidak boleh memanggil teman dengan sebutan seperti itu. Ya sudah, setelah ini
kalian boleh bermain. Tapi ingat, kalian tidak boleh bermain terlalu jauh, dan jam 11 harus sudah kumpul
lagi untuk makan. “ok pak” jawab salah seorang dari teman.
Beberapa
menit setelah anak laki-laki bubar main ke pinggiran pantai si Ipul baru
memunculkan batang hidungnya. Dan yang anenhnya lagi dia bukannya menyusul anak
cowok tapi malah ikut gabung bantuin masak sama anak ceweknya. Padahal dia kan
orangnya tidak terlalu suka dengan anak cewek yang ada di kelas dan bahkan
sebaliknya, anak cewek pun selalu menjadikan ipul bahan perbincangan karena
kenakalannya. Jam menunjukkan pukul 11, anak-anak pun sudah berkumpul untuk
melahap makanan yang telah kami sajikan. Aku melihat terlalu banyak perbedaan Ipul
hari ini, dia begitu diam. Ipul terkenal dengan sikapnya yang tamak dengan
makanan, tapi hari ini dia hanya melihat tumpukan nasi di depannnya. “pul, ayo
makan! Apa hari ini kamu diet?” ledek guru kami. Sesekali ini memasukkan
beberapa butir nasi ke dalam mulutnya. Mungkin hanya tidak enak hati kepada pak
Bayu. Makanan habis, semua peralatan makanan sudah di cuci dan di masukkan ke
dalam tempatnya.
Sekitar
jam 12:30 air laut sudah pasang dan hampir naik ke pinggiran pantai, anak-anak
pun pada bersorak kegirangan menyambut pasangnya air laut. Dari kejauhan
terlihat kapal-kapal para nelayan yang saling berselisih antara pergi dan
pulang, dan ombak yang datang ke permukaan pantai pun begitu indah. Hampir 3
jam kami berendam di dalam air yang rasanya agak sedikit asin. Semua anak
menikmati momen indah itu, begitu pula dengan Ipul teman yang sedari tadi aku
ceritakan. Beberapa kali Ipul mencoba menipu kami dengan tingkah nakalnya,
“heiiiii semua, tolong!!!! Aku tidak bisa berenang”, sambil membawa dirinya
hampir ke tempat yang lebih dalam, dan itu ia lakukan beberapa kali, ia selalu
tertawa ketika kami berhasil ditipu mentah-mentah olehnya.
Kali
ini ia memulai tingkah anehnya lagi, ia membenamkan dirinya lagi dan mengulang
kata-kata yang sama, “teman-teman, aku mohon kali ini aku tidak bercanda. Aku
mohon!!!!”. Tapi kami hanya tertawa, dan mengira ia menipu kami lagi, dan kami
pun tidak ingin tertipu olehnya untuk yang ke sekian kalinya. Tapi saat itu ada
yang aneh, ipul tidak kunjung menampakkan dirinya kepermukaan. Mata kami semua
saling bertatapan, sejenak kami bingung dengan apa yang sedang terjadi. Kami
berlari menuju pantai, kami semua berteriak, kami berteriak dengan histeris.
“ipuuullllll, ipuuuulllll.....”, semua mulut berkata seperti itu dengan suara
yang menggelegar di penuhi rasa takut. Salah seorang teman kami bergegas pergi
menyusul wali kelas untuk mengatakan bahwa ipul hilang ditelan ombak. Dari
kejauhan ia berlari, sambil menahan matanya yang sedang berkaca-kaca. “pak, ayo
kita turun sebentar!”, “emang ada apa? Bapak mohon kamu jangan panik seperti
ini!” bapak mencoba untuk menenangkannya, tapi ia tak menghiraukan saran dari
pak bayu, ia hanya menggegam tangan si bapak sambil menarik turun ke bawah.
Sesampainya bapak di bawah kami hanya bisa terpaku diam seribu bahasa, saat itu
siapapun tak ada yang berani memecah keheningan, sehingga pak Bayu sendiri yang
memaksa saya utntuk berbicara. Akhirnya saya menjelaskan semuanya. Matahari
sudah hampir tidak terlihat, namun tidak ada tanda-tanda bahwa kami akan
menemukan ipul. Kami semuanya bingung, tidak tahu siapa yang akan disalahkan
dalam masalah ini. Akhirnya kami pulang dengan perasaan sedih dan bersalah, pak
guru mengatakan bahwa dia yang akan menjelaskan kepada orangtua Ipul atas apa
yang terjadi hari ini, dan dia juga yang akan bertangung jawab. Tapi kami
sebagai teman Ipul tetap merasa bersalah, karena seandainya kami mendengarkan
omonganya, pasti dia akan selamat dan pulang bersama kami. Tapi semuanya sudah
terjadi, kami tidak ingin menumpahkan semua masalh ini kepada pak guru
seutuhnya. Kami ingin ikut bertanggung
jawab, atas kebodohan yang telah kami lakukan. Sampai sekarang saya masih
dihantui rasa bersalah atas kepergian Ipul, saya harap jika Ipul memang sudah
tiada dia diterima di sisi Allah swt, dan jika ia terdampar di pantai yang lain
dia bisa kembali dan berkumpul bersama kami lagi.
Selasa, 07 April 2015
Senin, 06 April 2015
Selasa, 31 Maret 2015
Senin, 16 Maret 2015
Rabu, 11 Maret 2015
Pengalaman Terbaik Selama Hidup
Nama saya fadillah, selama hidup saya mempunya beberapa pengalaman, ada yang lucu, sedih, senang, dan masih banyak lagi. Tapi pengalaman terbaik itu ketika saya gagal dalam berbagai usaha saya, tapi dari setiap kegagalan itu mempunyai hikmah tersendiri. waktu itu sekitar tahun 2013 saya mencoba mendaftar di Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Sumatera Utara (UPMI SU), tapi semua itu hanya sekejap mata dan tak berlangsung lama, waktu dan uang pun terbuang dengan sia-sia, dan sekitar bulan November masih dalam tahun 2013 saya mencoba untuk mencari pengalaman dengan berkerja, tapi semua itu juga tidak bertahan lama karena berhubung saya sakit. Itu bagian awal dari pengalaman terbaik saya, karena sesuatu yang baik itu bukan berarti manis atau pun menyenangkan. Jika tadi adalah awal dari pengalaman terbaik, maka yang ini adalah inti dari pengalamn terbaik saya. Dulu setelah putus kuliah saya merasa tidak punya harapan lagi untuk merasakan suasana belajar lagi dan saya juga merasa saya juga merasa kalau kesempatan itu juga tidak akan datang untuk yang kedua kali. Tapi saya salah, Tuhan mempunya rencana yang sebelumnya tak pernah saya duga. Harapan dulu yang pernah hilang sekarang menimbulkan harapan baru dan semangat baru lagi, kini saya telah duduk dan belajar seperti apa yang pernah saya inginkan, tak pernah terfikirkan sebelumnya bahwa saya akan belajar di luar pulau, jauh dari orang tua, harus membiasakan diri dengan orang-orang yang baru saya kenal. Tapi itu memberikan kesan dan manfaat tersendiri buat saya, selain saya haru karena sudah menjejakkan kaki di ibu kota tapi saya juga mendapatkan ilmu yang lebih, karena ilmu yang di dapat dari kawasan metropolitan itu tentunya akan lebih banyak. Dan mudah-mudahan saja semua ini adalah jalan Allah untuk kehidupan saya lebih baik lagi di masa yang mendatang, Aminnnn.
Selasa, 24 Februari 2015
Saya Dan RGI
RGI adalah Rumah Gemilang Indonesia yang berada di bawah naungan Al-Azhar peduli ummat yang menampung anak-anak dari berbagai penjuru indonesia yang ingin belajar, saya tertarik dengan program ini karena saya dapat belajar dengan lebih dalam lagi disana. Kedatangan saya jauh-jauh dari Medan ke Depok semata-mata utuk belajar dengan sungguh-sungguh, berniat untuk membantu orang tua saya kelak. RGI adalah tempat pendidikan yang sangat cocok untuk anak remaja yang pada umumnya telah banyak mengikuti perkembangan zaman, baik itu pergaulan bebas, narkoba, maupun media massa yang banyak menyajikan hal yang tidak dapat di saring oleh remaja-remaja sekarang. Di universitas al-azhar ini menyediakan enam bidang pendidikan, di antaranya ada, aplikasi perkantoran, tekhnik komputer dan jaringan, tata busana, otomotif, fotografi dan videografi, dan desain grafis.
Selain dapat mendidik dalam bidang kejuruannya masing, RGI juga menyediakan sarana belajar dalam bidang ilmu pendidikan agama, kecocokkan para remaja khususnya saya dengan RGI itu dapat membentuk atau merubah karakter seseorang yang lebih baik lagi, setidaknya para remaja tau apa yang dilarang dan diperintahkan dalam agama. RGI memberikan efek yang sangat besar buat saya, mengapa demikian? kerena yang tadinya dalam sehari shalat saya ada yang bolong sekarang full sampai lima waktu beserta shalat sunnahnya, dan saya juga dapat bersikap mandiri karena siapa lagi yang mengawasi diri saya secara efektif kalau bukan saya sendiri, yang dulunya saya tidak punya teman sekarang sekarang saya banyak teman, yang dulunya banyak diam sekarang jadi suka bercanda. Intinya RGI dapat membantu setiap individu yang ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Saya berharap bukan hanya RGI saja yang memberikan manfaat untuk saya, tapi saya juga ingin dapat bermanfaat bagi RGI kini dan nanti, mudah-mudahan setelah keluar dari RGi nanti saya bisa mencapai apa yang saya cita-citakan dan para donatur pun tidak sia-sia memberikan uluran tangan mereka demi memperbaiki pendidikan anak bangsa.
Selain dapat mendidik dalam bidang kejuruannya masing, RGI juga menyediakan sarana belajar dalam bidang ilmu pendidikan agama, kecocokkan para remaja khususnya saya dengan RGI itu dapat membentuk atau merubah karakter seseorang yang lebih baik lagi, setidaknya para remaja tau apa yang dilarang dan diperintahkan dalam agama. RGI memberikan efek yang sangat besar buat saya, mengapa demikian? kerena yang tadinya dalam sehari shalat saya ada yang bolong sekarang full sampai lima waktu beserta shalat sunnahnya, dan saya juga dapat bersikap mandiri karena siapa lagi yang mengawasi diri saya secara efektif kalau bukan saya sendiri, yang dulunya saya tidak punya teman sekarang sekarang saya banyak teman, yang dulunya banyak diam sekarang jadi suka bercanda. Intinya RGI dapat membantu setiap individu yang ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Saya berharap bukan hanya RGI saja yang memberikan manfaat untuk saya, tapi saya juga ingin dapat bermanfaat bagi RGI kini dan nanti, mudah-mudahan setelah keluar dari RGi nanti saya bisa mencapai apa yang saya cita-citakan dan para donatur pun tidak sia-sia memberikan uluran tangan mereka demi memperbaiki pendidikan anak bangsa.
Senin, 16 Februari 2015
blog aplikasi perkantoran angkatan12
Inilah daftar Blog Siswa/i Rumah Gemilang Indonesia Angkatan 12 kelas Aplikasi Perkantoran menggunakan blogspot.com
- Rahma Hidayanti - http://rahmahidayanti04.
blogspot.com/ - Fadilah - http://fadillahrgi.blogspot.
com/ - Nadiah - http://nadiahrgi.blogspot.com/
- Ulfa Nur Azizah - http://ul12rgi.blogspot.com/
- Leni Aprisa - http://leniaprisa.blogspot.
com/ - Tuti Nurhayati - http://tutirgi.blogspot.com/
- Mardiatun Hadawia - http://athunhadawia.blogspot.
com/ - Purnama - purnamamuhammad.blogspot.com
- Hamsiudin - hamziudi.blogspot.com
- Ilsa Mutiarani - http://ilsamutiarani.blogspot.
com/ - Agus Heriansyah - heriansyah123.blogspot.com
- Teguh Agus Wahyuda - teguh46us.blogspot.com
- Hera Apriyudi - heraapriyudi.blogspot.com
- Siti Saidah - http://sitisaidah16.blogspot.
com/ - Devina Fatmasari - http://devinafatmasari.blogspot.com/
- Erlin Herlina - erlinrgi.blogspot.com
- Firman Setiabudi - firmansetiabudi12.blogspot.com
- Egi Sopian - egisopianmomo.blogspot.com
- Isna Rahmawati - http://isnarahmawati58.
blogspot.com/ - Deden Hidayat - http://dedenhidayat93.
blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)


